Patroli Presisi Polres Wakatobi menemukan dua pelajar SMA bolos dan membawa Miras di Wakatobi

( Foto : Dua orang Pelajar sedang membawa Miras ditemukan oleh Patroli Presisi Polres Wakatobi)

Patroli Presisi Polres Wakatobi menemukan dua pelajar sedang membawa miras dan Berdalih ingin membantu keluarga yang sedang melaksanakan pesta perkawinan, seorang pelajar di salah satu sekolah menenga atas Kabupaten Wakatobi nekat membeli dan membawa Miras jenis konaw. Remaja berinisial DD (16)  dan FT (17) di temukan di Desa Komala Kecamatan Wangsel Kabupaten Wakatobi. Senin (28/8/2023)

Pada saat Kedua Pelajar tersebut ditemukan langsung oleh Anggota Patroli Presisi Polres Wakatobi yang di Pimpin oleh Bripka Abdul Ramadhan. Kedua pelajar tersebut mengaku membelinya di Gunung seharga Rp 50.000 / 5 liter atau satu Jergen.

Adapun Maksud tujuan pelajar membeli miras yang ditemukan sekira jam 10:00 Wita atau saat proses belajar mengajar disekolahnya berlangsung untuk membantu keluarganya.

Namun setelah ditelusuri ternyata kedua pelajar tersebut hendak meminumnya bersama teman temannya, sehingga pihak kepolisian mengambil langkah tegas secara Preventif memerintahkan untuk membuang minuman alkohol tersebut dengan cara menumpahkan ke tanah.

Setelah pelajar menumpahkan ketanah selanjutnya dipersilahkan kembali kesekolahnya untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Kasat Samapta Polres Wakatobi Iptu La Ode Arli membenarkan kejadian dua pelajar bolos untuk membeli miras guna dikonsumsi bersama teman temannya berhasil digagalkan oleh anggota yang sedang melaksanakan tugas Patroli.

Iptu La Ode Arli berharap selain meminta kesadaran kedua pelajar tersebut juga berharap peran sekolah dalam mencegah perilaku membolos siswa dengan cara sekolah lebih menegakkan kedisiplinan, pendekatan individu, perbaikan lingkungan sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran. 

Adapun peran kontrol sosial terhadap siswa yang sering melakukan bolos sekolah, yaitu pengendalian sosial secara persuasif adalah pengendalian sosial yang dilakukan tanpa paksaan, seperti memberikan teguran kepada siswa ketika melakukan pelanggaran dan pengendali sosial koersif adalah pengendalian sosial secara paksaan yang terukur.

Amatan media, kedua pelajar yang diarahkan kembali kesekolahnya mengikuti pelajaran ternyata langsung balik kanan menuju rumahnya Liya Mawi Kabupaten Wakatobi dan disekitar rumahnya tidak ada yang sedang melakukan pesta termasuk pesta pernikahan, hanya alasan klasik membantu keluarga.

Setelah diwawancarai media barulah berusaha kembali kesekolahnya, setelah kedua memasuki lingkungan sekolah pihak media bersama humas Polres Wakatobi meninggalkannya untuk memastikan kedua pelajar tersebut benar masuk sekolah untuk belajar. (AB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bhayangkari Cabang Wakatobi Gelar Bakti Sosial, Bagikan Sembako dan Layanan Kesehatan untuk Warga

Satpamobvit Polres Wakatobi Pastikan Keamanan Keberangkatan KM. Mulya Kencana 99

Babak Baru di Polres Wakatobi, Dua Pucuk Pimpinan Baru Resmi Dilantik